NUSANTARA
Gara-Gara Percikan Lakban, Gudang Perakitan Kembang Api di Bali Meledak dan Terbakar
Ringkasan Berita
Ledakan keras diiringi amukan si jago merah menghanguskan sebuah gudang perakitan kembang api di Jalan Siulan, Gang Sekar Indah III, Banjar Bekul, Penatih Puri, Denpasar, Bali.
JAKARTA, mading.com - Ledakan keras diiringi amukan si jago merah menghanguskan sebuah gudang perakitan kembang api di Jalan Siulan, Gang Sekar Indah III, Banjar Bekul, Penatih Puri, Denpasar, Bali. Peristiwa nahas yang terjadi pada Selasa (15/09/2026) sore tersebut mengakibatkan sedikitnya dua orang pekerja dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat mengalami luka-luka. Selain memakan korban, kobaran api yang tak terkendali juga menghancurkan sebuah bangunan bengkel yang berada persis di sebelah lokasi kejadian.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika sejumlah pekerja tengah sibuk merakit kembang api untuk kebutuhan sebuah pertunjukan. Aktivitas perakitan manual tersebut sudah dimulai sejak pukul 08.00 WITA yang dipimpin oleh saksi bernama Mochammad Ali (57) bersama enam orang karyawannya. Petaka datang sekitar pukul 15.00 WITA pada saat Ali sedang merekatkan lakban pada salah satu selongsong kembang api rakitan.
Secara tak terduga, muncul percikan api dari bahan peledak ringan tersebut yang langsung menyulut tumpukan bahan kembang api lainnya di dalam ruangan. Rentetan ledakan pun tak terhindarkan, membuat para karyawan yang berada di sekitar area perakitan seketika panik dan berlarian menyelamatkan diri. Saksi lain bernama Putu Sumiasa (51) yang juga sedang fokus merakit kembang api di sudut berbeda, berhasil melarikan diri tepat sebelum kobaran api membesar.
Meski sebagian besar pekerja berhasil keluar, dua karyawan bernama I Made Gede (50) dan Tina Agustina (27) dilaporkan sempat terjebak dalam kepulan asap tebal. I Made Gede yang terkejut mendengar rentetan ledakan berlari mencari perlindungan ke dalam kamar mandi, namun akhirnya jatuh pingsan akibat menghirup terlalu banyak asap sisa pembakaran. Ia kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menuju rumah sakit terdekat, sementara Tina langsung dilarikan ke Klinik Brimob Tohpati.
Tidak hanya meluluhlantakkan bangunan gudang kembang api, amukan api dengan cepat merembet ke arah utara dan menyambar sebuah gudang bengkel cat sepeda motor. Beruntung, saat kejadian berlangsung, pemilik bengkel maupun para pekerjanya sedang tidak berada di lokasi sehingga tidak menambah daftar korban luka. Meski demikian, sedikitnya delapan unit sepeda motor yang tengah terparkir di dalam bengkel tersebut ikut hangus terbakar tanpa sisa.
Guna mengendalikan eskalasi kebakaran di kawasan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar menerjunkan tiga unit armada mobil pemadam (PMK) ke lokasi kejadian. Berkat kesigapan petugas gabungan, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan dan didinginkan secara total sekitar pukul 17.00 WITA. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menaksir total kerugian material serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan di gudang perakitan tersebut.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika sejumlah pekerja tengah sibuk merakit kembang api untuk kebutuhan sebuah pertunjukan. Aktivitas perakitan manual tersebut sudah dimulai sejak pukul 08.00 WITA yang dipimpin oleh saksi bernama Mochammad Ali (57) bersama enam orang karyawannya. Petaka datang sekitar pukul 15.00 WITA pada saat Ali sedang merekatkan lakban pada salah satu selongsong kembang api rakitan.
Secara tak terduga, muncul percikan api dari bahan peledak ringan tersebut yang langsung menyulut tumpukan bahan kembang api lainnya di dalam ruangan. Rentetan ledakan pun tak terhindarkan, membuat para karyawan yang berada di sekitar area perakitan seketika panik dan berlarian menyelamatkan diri. Saksi lain bernama Putu Sumiasa (51) yang juga sedang fokus merakit kembang api di sudut berbeda, berhasil melarikan diri tepat sebelum kobaran api membesar.
Meski sebagian besar pekerja berhasil keluar, dua karyawan bernama I Made Gede (50) dan Tina Agustina (27) dilaporkan sempat terjebak dalam kepulan asap tebal. I Made Gede yang terkejut mendengar rentetan ledakan berlari mencari perlindungan ke dalam kamar mandi, namun akhirnya jatuh pingsan akibat menghirup terlalu banyak asap sisa pembakaran. Ia kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulans Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar menuju rumah sakit terdekat, sementara Tina langsung dilarikan ke Klinik Brimob Tohpati.
Tidak hanya meluluhlantakkan bangunan gudang kembang api, amukan api dengan cepat merembet ke arah utara dan menyambar sebuah gudang bengkel cat sepeda motor. Beruntung, saat kejadian berlangsung, pemilik bengkel maupun para pekerjanya sedang tidak berada di lokasi sehingga tidak menambah daftar korban luka. Meski demikian, sedikitnya delapan unit sepeda motor yang tengah terparkir di dalam bengkel tersebut ikut hangus terbakar tanpa sisa.
Guna mengendalikan eskalasi kebakaran di kawasan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar menerjunkan tiga unit armada mobil pemadam (PMK) ke lokasi kejadian. Berkat kesigapan petugas gabungan, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan dan didinginkan secara total sekitar pukul 17.00 WITA. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menaksir total kerugian material serta mengevaluasi penerapan standar keselamatan di gudang perakitan tersebut.