JAKARTA, mading.com - Kebakaran hebat melanda Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (16/09/26). Sedikitnya 26 unit gudang dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut, sementara puluhan personel dan belasan armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di kawasan pergudangan.

Proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung hingga sore hari. Petugas memprioritaskan penyiraman pada gudang-gudang yang belum tersambar api untuk menekan risiko perambatan kebakaran. Kawasan dengan bangunan gudang yang saling berdekatan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan sebagian gudang yang terbakar dalam kondisi kosong, sementara beberapa lainnya diketahui menyimpan kasur busa yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan dalam waktu relatif singkat. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh bangunan yang terdampak. "Yang sudah terbakar itu sebanyak 26 unit gudang, tinggal saat ini teman-teman di lapangan sedang membasahi gudang-gudang yang belum terbakar supaya perambatannya tidak sampai ke gudang berikutnya," kata Taufik.

Hingga kini penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas juga belum bisa mengidentifikasi secara rinci seluruh isi gudang karena sebagian besar bangunan telah ambruk saat proses pemadaman berlangsung. Kondisi tersebut membuat penyelidikan awal terkait titik api dan sumber kebakaran belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Dalam penanganan kejadian itu, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran. Bantuan juga datang dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta serta pengelola kawasan pergudangan yang mengoperasikan mobil tangki air untuk menyuplai kebutuhan pemadaman. Total sekitar 30 personel gabungan diterjunkan ke lokasi guna mempercepat pengendalian kebakaran.

Selain memadamkan titik api utama, petugas terus melakukan pendinginan pada bangunan di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk menurunkan suhu material yang masih menyimpan panas dan mencegah munculnya kembali api. Hingga proses penanganan berlangsung, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.