JAKARTA, mading.com - Seorang pengunjung perempuan berinisial A mengaku menjadi korban penendangan saat mengantre makanan di area food court Senayan City, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (13/09/26) sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB itu terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial. Hingga kini, identitas pria yang diduga melakukan penendangan tersebut belum diumumkan secara resmi.

Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian ia sedang mengantre pesanan makanan di area food court dekat sebuah gerai makanan. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berbaju hitam yang sebelumnya duduk di dekat antrean tiba-tiba berdiri dan menendang korban dari arah belakang. Akibat tendangan tersebut, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan posisi berlutut.

Korban menyebut pria tersebut sempat melontarkan kata-kata bernada marah setelah melakukan penendangan. Menurut pengakuan korban, pelaku berteriak dan memintanya meminta maaf karena dianggap mengganggu saat makan. Namun korban mengaku tidak memahami penyebab kemarahan pelaku dan tidak merasa memiliki masalah sebelumnya dengan pria tersebut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami memar dan nyeri pada bagian punggung bawah. Korban juga mengaku mengalami syok dan trauma setelah insiden tersebut sehingga sempat menjalani pemeriksaan medis di instalasi gawat darurat. Kondisi tersebut membuat korban belum langsung mengambil langkah hukum sesaat setelah kejadian berlangsung.

Dalam upaya mengumpulkan bukti, korban mengaku sempat mengalami kesulitan mendapatkan rekaman CCTV dari pengelola pusat perbelanjaan. Rekaman yang kemudian beredar diketahui diperoleh dari pihak gerai makanan dan didukung keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi. Bukti visual tersebut menjadi dasar untuk menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi di area food court.

Pihak kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang dilaporkan telah menghubungi rekan korban setelah video kejadian menyebar di media sosial. Polisi mengimbau korban untuk membuat laporan resmi agar proses penyelidikan dapat dilakukan. Hingga Rabu (16/09/26), korban disebut masih mempertimbangkan laporan karena masih dalam kondisi trauma pascakejadian