INTERNASIONAL
Matematika IRGC Beda, Bakal Serang 20 Target Jika Dua Aset Mereka Diserang AS
Ringkasan Berita
Iran mengancam akan memberikan balasan jauh lebih besar jika mendapat serangan dari musuh. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, jika dua atau tiga target Iran diserang, Teheran akan membalas dengan menghantam 20 target musuh.
JAKARTA, mading.com - Iran mengancam akan memberikan balasan jauh lebih besar jika mendapat serangan dari musuh. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, jika dua atau tiga target Iran diserang, Teheran akan membalas dengan menghantam 20 target musuh. Ancaman tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi kepada wartawan, Rabu (9/9/2026), ketika membahas penangkapan kapal selam nirawak milik Amerika Serikat di Selat Hormuz. “Jika musuh menyerang dua atau tiga target kami, kami akan merespons dengan serangan kuat terhadap 20 target,” kata Mohebbi, seperti dikutip Tasnim.
Mohebbi mengatakan Iran kini memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengelola Selat Hormuz. Menurut dia, kekuatan tersebut akan digunakan Iran untuk merespons setiap agresi musuh. Dia bahkan memperingatkan kapal apa pun yang berusaha melintasi Selat Hormuz tanpa memperhitungkan kendali Iran atas jalur strategis tersebut. “Kapal apa pun yang berusaha melewati selat tanpa memperhitungkan pengelolaan kami atas jalur air tersebut pasti tidak akan dapat melewatinya,” ujarnya.
Mohebbi juga mengklaim kehadiran kapal perang Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia telah berkurang drastis sejak pecahnya perang yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut dia, sebelum perang tersebut dimulai, sekitar 30 hingga 40 kapal dan kapal perang AS berada di dalam Teluk Persia. “Sekarang, bahkan tidak satu pun dari mereka berada di kawasan ini, dan kapal perang AS telah mundur setidaknya 400 kilometer dari Selat Hormuz,” kata Mohebbi.
Dia juga mengeklaim Iran kini mampu menyerang target musuh dari jarak jauh menggunakan senjata dan rudal baru. “Kami juga menghantam sebuah kapal induk beberapa hari lalu dari jarak sekitar 500 kilometer,” ujarnya. Mohebbi menegaskan Iran akan menggunakan kemampuan militernya untuk memberikan respons terhadap setiap serangan. “Republik Islam akan menggunakan kekuatan ini untuk merespons agresi musuh dan membuat musuh menyesal karena melanjutkan agresinya,” kata dia.
Mohebbi mengatakan Iran kini memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan mengelola Selat Hormuz. Menurut dia, kekuatan tersebut akan digunakan Iran untuk merespons setiap agresi musuh. Dia bahkan memperingatkan kapal apa pun yang berusaha melintasi Selat Hormuz tanpa memperhitungkan kendali Iran atas jalur strategis tersebut. “Kapal apa pun yang berusaha melewati selat tanpa memperhitungkan pengelolaan kami atas jalur air tersebut pasti tidak akan dapat melewatinya,” ujarnya.
Mohebbi juga mengklaim kehadiran kapal perang Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia telah berkurang drastis sejak pecahnya perang yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut dia, sebelum perang tersebut dimulai, sekitar 30 hingga 40 kapal dan kapal perang AS berada di dalam Teluk Persia. “Sekarang, bahkan tidak satu pun dari mereka berada di kawasan ini, dan kapal perang AS telah mundur setidaknya 400 kilometer dari Selat Hormuz,” kata Mohebbi.
Dia juga mengeklaim Iran kini mampu menyerang target musuh dari jarak jauh menggunakan senjata dan rudal baru. “Kami juga menghantam sebuah kapal induk beberapa hari lalu dari jarak sekitar 500 kilometer,” ujarnya. Mohebbi menegaskan Iran akan menggunakan kemampuan militernya untuk memberikan respons terhadap setiap serangan. “Republik Islam akan menggunakan kekuatan ini untuk merespons agresi musuh dan membuat musuh menyesal karena melanjutkan agresinya,” kata dia.