Jakarta, mading.online - Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memperkuat kesiapan menghadapi potensi banjir dengan menggelar kerja bakti serentak di 65 titik pada seluruh wilayah kelurahan, Minggu (27/9/2026). Pembersihan difokuskan pada saluran air, sungai, kali, hingga badan air untuk memastikan aliran tetap berfungsi optimal saat curah hujan meningkat.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 1.000 peserta, terdiri atas 300 aparatur pemerintahan serta warga dari berbagai kelurahan dan komunitas. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta fungsi infrastruktur pengendali genangan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo turun langsung memimpin kerja bakti di Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan. Di lokasi tersebut, pembersihan difokuskan pada Kali Mampang dan sejumlah saluran lingkungan.

Syafrin mengatakan kerja bakti melibatkan seluruh unsur aparatur sipil negara (ASN), mulai dari jajaran sekretariat kota, kecamatan, kelurahan, organisasi perangkat daerah (OPD), suku dinas, badan, suban, hingga unit pemerintahan lainnya.

"Tujuannya kami ingin memastikan bahwa sebelum kita memasuki musim penghujan, seluruh sarana prasarana, khususnya terkait kesiapan saluran, semuanya sudah paripurna," ujar Syafrin.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari saluran lingkungan, saluran penghubung, sungai, kali, hingga badan air. Masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan kegiatan berjalan secara gotong royong.

Di Kelurahan Kuningan Barat, salah satu persoalan yang ditemukan adalah tingginya sedimentasi pada saluran lingkungan. Kondisi tersebut membuat alat berat tidak dapat menjangkau sejumlah titik sehingga pembersihan harus dilakukan secara manual oleh petugas bersama warga.

"Di sini fokusnya adalah pembersihan di Kali Mampang dan juga saluran lingkungannya. Tadi kita melihat saluran lingkungannya sedimennya sudah cukup tinggi, alat berat kita tidak bisa masuk," kata Syafrin.

Pembersihan melibatkan berbagai unsur petugas, di antaranya Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pasukan biru, pasukan kuning, dan pasukan oranye. Warga setempat juga ikut turun langsung membersihkan saluran di lingkungan mereka.

Sementara itu, pengerukan Kali Mampang dilakukan menggunakan alat berat untuk mengangkat sedimentasi dan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air.

Syafrin berharap pengerukan dan pembersihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas Kali Mampang maupun saluran lingkungan di sekitarnya. Dengan kapasitas yang lebih besar, debit air yang dapat ditampung dan dialirkan diharapkan meningkat sehingga potensi genangan maupun banjir dapat ditekan.

"Dengan melakukan penguatan dan peningkatan kapasitas di Kali Mampang, otomatis debit air yang bisa ditampung akan meningkat dan tentu banjir ataupun genangan yang biasa terjadi ini bisa kita turunkan," ujarnya.

Namun, Syafrin menegaskan peningkatan kapasitas saluran tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat diperlukan, terutama dalam menjaga saluran tetap bersih dan bebas dari sampah.

Menurutnya, Jakarta menghadapi potensi peningkatan curah hujan ekstrem setiap tahun sehingga kesiapan infrastruktur perlu dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat.

"Setiap tahun Jakarta mengalami peningkatan curah hujan ekstrem. Artinya tahun lalu sekian, tahun ini tentu ada peningkatan. Upaya-upaya ini juga perlu partisipasi dari warga," katanya.

Syafrin mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan sungai. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran dan meningkatkan risiko terjadinya genangan ketika hujan deras.

"Kami mengimbau warga untuk jangan membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran, bahkan di kali," ujarnya.

Pemkot Jakarta Selatan juga mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang telah dipilah dapat lebih mudah diangkut dan diolah sehingga memiliki nilai manfaat.

"Buanglah pada tempat yang sudah ditetapkan, di mana itu ada di sekitar rumah kita masing-masing," kata Syafrin.

Kerja bakti serentak tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapan Jakarta Selatan menghadapi musim hujan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik.