HUMANIORA
Mahfud MD Tegaskan Keislaman dan Keindonesiaan Bukan untuk Dipertentangkan
Ringkasan Berita
Yogyakarya, mading.online - Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) periode 2026–2028, Prof. Moh. Mahfud MD, resmi membuka program YBW UII Leadership Academy 2026 di Auditorium Lantai 3 Gedung YBW UII, Yogyakarta, pada Senin (26/10/2026).
Yogyakarya, mading.online - Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) periode 2026–2028, Prof. Moh. Mahfud MD, resmi membuka program YBW UII Leadership Academy 2026 di Auditorium Lantai 3 Gedung YBW UII, Yogyakarta, pada Senin (26/10/2026).
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, mantan Menko Polhukam tersebut membagikan pesan mendalam mengenai esensi kepemimpinan bagi para peserta.
Dalam kuliah umum pembukaannya, Mahfud MD menggarisbawahi perbedaan mendasar antara memegang jabatan dan menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, sebuah jabatan formal memang otomatis memberikan kewenangan hukum kepada seseorang, tetapi hal itu tidak serta-merta menjadikannya seorang pemimpin yang berintegritas.
"Jabatan bisa memberi kewenangan, tetapi kepemimpinan membutuhkan lebih dari itu, yaitu integritas, empati, dan keteladanan. Sebab, memimpin bukan hanya menggerakkan orang lain, tetapi juga memberi contoh.," tulis Mahfud MD dalam unggahan Instagram pribadinya.
Menurut Mahfud, Mengelola Sistem tak sama dengan memimpin, Manajemen bertugas menjaga sistem tetap tertib. Kepemimpinan justru dituntut mengelola perubahan agar organisasi bergerak maju menuju tujuan.
"Pintar saja tidak cukup," kata mahfud
Mahfud MD juga menyoroti sejumlah kualitas pemimpin, mulai dari kapabilitas, empati, integritas, hingga kemampuan menerima perbedaan. Pemimpin juga harus demokratis, transformatif, dan mampu menjadi teladan.
Menyinggung Keislaman dan kebangsaan, Mahfud menegaskan identitas Indonesia sebagai religious nation state.
"Keislaman dan keindonesiaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dirajut dalam ikatan kebangsaan," katanya
Diakhir catatannya, Profesor berdarah Madura itu menegaskan Pemimpin bukan hanya dituntut mampu menggerakkan orang lain, tetapi juga menjaga integritas, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab atas tujuan bersama.
Sebab, jabatan memberikan kewenangan, tetapi keteladanan membangun kepercayaan.
"Kepemimpinan adalah Tanggungjawab Moral," pungkasnya
Program YBW UII Leadership Academy 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni dari 26 hingga 30 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai wadah penguatan kompetensi, integritas, dan kapasitas manajerial bagi para pimpinan di bawah naungan unit-unit amal usaha YBW UII.
Melalui pelatihan intensif ini, Mahfud berharap para peserta tidak hanya cakap secara administratif dalam menjalankan wewenangnya, melainkan mampu menjadi motor penggerak organisasi yang membawa dampak positif dan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, mantan Menko Polhukam tersebut membagikan pesan mendalam mengenai esensi kepemimpinan bagi para peserta.
Dalam kuliah umum pembukaannya, Mahfud MD menggarisbawahi perbedaan mendasar antara memegang jabatan dan menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, sebuah jabatan formal memang otomatis memberikan kewenangan hukum kepada seseorang, tetapi hal itu tidak serta-merta menjadikannya seorang pemimpin yang berintegritas.
"Jabatan bisa memberi kewenangan, tetapi kepemimpinan membutuhkan lebih dari itu, yaitu integritas, empati, dan keteladanan. Sebab, memimpin bukan hanya menggerakkan orang lain, tetapi juga memberi contoh.," tulis Mahfud MD dalam unggahan Instagram pribadinya.
Menurut Mahfud, Mengelola Sistem tak sama dengan memimpin, Manajemen bertugas menjaga sistem tetap tertib. Kepemimpinan justru dituntut mengelola perubahan agar organisasi bergerak maju menuju tujuan.
"Pintar saja tidak cukup," kata mahfud
Mahfud MD juga menyoroti sejumlah kualitas pemimpin, mulai dari kapabilitas, empati, integritas, hingga kemampuan menerima perbedaan. Pemimpin juga harus demokratis, transformatif, dan mampu menjadi teladan.
Menyinggung Keislaman dan kebangsaan, Mahfud menegaskan identitas Indonesia sebagai religious nation state.
"Keislaman dan keindonesiaan bukan dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dirajut dalam ikatan kebangsaan," katanya
Diakhir catatannya, Profesor berdarah Madura itu menegaskan Pemimpin bukan hanya dituntut mampu menggerakkan orang lain, tetapi juga menjaga integritas, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab atas tujuan bersama.
Sebab, jabatan memberikan kewenangan, tetapi keteladanan membangun kepercayaan.
"Kepemimpinan adalah Tanggungjawab Moral," pungkasnya
Program YBW UII Leadership Academy 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni dari 26 hingga 30 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai wadah penguatan kompetensi, integritas, dan kapasitas manajerial bagi para pimpinan di bawah naungan unit-unit amal usaha YBW UII.
Melalui pelatihan intensif ini, Mahfud berharap para peserta tidak hanya cakap secara administratif dalam menjalankan wewenangnya, melainkan mampu menjadi motor penggerak organisasi yang membawa dampak positif dan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.