HUMANIORA
Pakai Kaos Bergambar Orang Hutan, Ganjar Pranowo Kirim Pesan Soal Karhutla di JRF
Ringkasan Berita
Jakarta, mading.online - Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi pusat perhatian saat mengikuti event Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026).
Jakarta, mading.online - Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi pusat perhatian saat mengikuti event Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026).
Pusat perhatian terdapat pada kaos yang dikenakan Ganjar Pranowo bertuliskan “Disana Api dan Asap Mengepal”.
"Bakar semangatnya, bukan hutannya!!!," tulis Ganjar Pranowo di akun Instagram pribadinya
Ganjar juga menulis bahwa Hari ini, di JRF, langkah kaki dan suara cheering bersatu menyuarakan perlawanan terhadap karhutla. Kita semua berharap, bencana ini segera teratasi.
"Terima kasih untuk semua yang telah bekerja. Doa tulus untuk para pahlawan & relawan. Save our forest!." Tulisnya
Tak cuma ada tulisan, kaos tersebut juga bergambar orangutan yang menggunakan masker.
Gambar tersebut diduga berhubungan dengan kisah Sampurna.
Sampurna adalah seekor orangutan yang mati pada 30 Agustus 2026 di Ketapang, Kalimantan Barat.
Orangutan tersebut mati akibat gangguan pernapasan berat dan hipoksia akut akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain kaos, salam tiga jari Ganjar Pranowo saat berlari di lintasan JRF 2026 juga diperbincangkan.
Pusat perhatian terdapat pada kaos yang dikenakan Ganjar Pranowo bertuliskan “Disana Api dan Asap Mengepal”.
"Bakar semangatnya, bukan hutannya!!!," tulis Ganjar Pranowo di akun Instagram pribadinya
Ganjar juga menulis bahwa Hari ini, di JRF, langkah kaki dan suara cheering bersatu menyuarakan perlawanan terhadap karhutla. Kita semua berharap, bencana ini segera teratasi.
"Terima kasih untuk semua yang telah bekerja. Doa tulus untuk para pahlawan & relawan. Save our forest!." Tulisnya
Tak cuma ada tulisan, kaos tersebut juga bergambar orangutan yang menggunakan masker.
Gambar tersebut diduga berhubungan dengan kisah Sampurna.
Sampurna adalah seekor orangutan yang mati pada 30 Agustus 2026 di Ketapang, Kalimantan Barat.
Orangutan tersebut mati akibat gangguan pernapasan berat dan hipoksia akut akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain kaos, salam tiga jari Ganjar Pranowo saat berlari di lintasan JRF 2026 juga diperbincangkan.